Hamil itu moment yang amazing. Tidak semua hal berjalan mudah. Mual muntah, mendadak suka pegel di sana sini, makin lama juga badan makin berat. Meski begitu, hamil itu menyenangkan. Setidaknya bagi saya begitu.
Banyak hal yang membingungkan sekaligus membuat saya excited. Salah satunya ya belanja kebutuhan bayi. Jujur, dulu saya dan suami bingung banget mau beli apa saja. Apa yang sekiranya dibutuhkan dan tidak. Kami browsing sana sini dan sempat terjebak postingan mamah-mamah muda di instagram yang punya banyak printilan perlengkapan bayi.
Alhamdulillah, waktu itu suami saya ngasih PR untuk membuat list barang-barang yang akan kami beli plus harganya. Tujuannya, untuk budgeting. Kira-kira nih, berapa uang yang kami butuhkan untuk membeli itu semua.
Tips Belanja Kebutuhan Bayi
Saya tahu, hunting peralatan bayi itu menyenangkan sekali. Banyak sekali printilan lucu-lucu yang ingin dibeli. Apalagi untuk anak pertama.
Nah, supaya kalian tidak hilang arah lalu kalap belanja. Ada beberapa tips yang ingin saya bagikan sebelum tengok-tengok daftar perlengkapan ibu dan bayi.
1. Jangan sungkan meminta bantuan orang lain
Untuk calon ibu baru, belanja kebutuhan bayi itu kalau nggak bikin pusing ya bikin kalap belanja. Pusingnya karena saking nggak tahunya mau beli apa. Well, tanya aja orang-orang terdekatmu, bisa ibu kita atau teman terdekat kita yang baru saja melahirkan. Ini akan lebih mudah mengurai masalah yang tengah kita hadapi.
Kita juga bisa melibatkan peran suami untuk memilih dan membeli beberapa peralatan bayi yang nanti akan digunakan. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengikat bonding dengan calon buah hati. Kalau saya dan suami, bagi-bagi tugas. Perintilan kecil-kecil yang dibutuhkan bayi, saya yang cari. Sedangkan suami, tugasnya hunting perintilan yang besar dan punya pilihan spesifikasi serta harga.
2. Buat daftar belanja
Begitu masuk toko bayi, kalau nggak bingung mau beli apa ya pingin beli semuanya. Apalagi kalau dengar penjelasan mbak-mbak SPG yang ada di sana. Semua produk terlihat sangat dibutuhkan.
Supaya kita nggak kalap belanja, sebaiknya sebelum berangkat belanja buat daftar belanjaan dulu deh. Ini fungsinya banyak lho. Selain menghindarkan diri kita dari kalap belanja, ini juga membantu kita agar tidak melewatkan item yang justru paling dibutuhkan. Ingat ya, otak ibu hamil kadang suka error kalau disuruh mengingat.
3. Tidak perlu terburu-buru
Masuk trimester kedua, biasanya sih kita mulai intip-intip baju bayi yang gemes-gemes. Mulai cari tahu apa saja yang dibutuhkan. Kondisi tubuh yang jauh lebih baik dari sebelumnya yang membuat kita punya banyak tenaga untuk melakukan ini itu, termasuk belanja.
Penting banget untuk menahan diri. Nggak perlu buru-buru belanja. Pertimbangkan semuanya masak-masak. Kalau mau cicil belanjaan, boleh. Asal apa yang dibeli memang barang essential. Bukan cuma ikut-ikut mommygram atau artist-artist lain.
Survei kecil-kecilan malah bagus lho. Jadi, kita bisa tahu mana toko yang menjual barang murah dengan kualitas baik. Lumayan lah buat menghemat pengeluaran.
4. Tidak harus beli baru
Ada baju bayi, perlengkapan mandi, gendongan, carseat, bouncer, mainan, dan lain-lain. Banyak. Well, nggak semua harus beli baru kok.
Coba deh tengok kanan kiri. Siapa tahu ada yang mau kasih lungsuran baju bayi. Meski judulnya lungsuran, tapi biasanya baju bayi itu masih bagus-bagus lho. Ini karena masa pakainya cuma sebentar saja.
Barang-barang lain yang lumayan mahal, coba deh sewa dulu aja. Cobain ke bayinya. Dia oke atau nggak pakai itu. Dari pada kita beli barang berjuta-juta. Ternyata, dia nggak mau pakai. Nangislah hati ini.
Coba lihat barang-barang yang sudah ada di rumah. Mana saja yang sekiranya bisa dimodifikasi untuk keperluan bayi. Di rumah saya menumpuk beberapa container dan pintu lemari yang rusak untuk disulap jadi tempat ganti popok dan mandinya Ghazy.
Jahitan yang masih cenut-cenut memang akan terbantu kalau kita punya meja untuk memandikan bayi. Tapi, ini nggak wajib ada kok. Bisa DIY ini itu untuk disKulap jadi meja. Dan, voila! Memandikan Ghazy jadi lebih mudah. Nggak perlu jongkok-jongkok lagi.
5. Sesuaikan jumlah dengan kebutuhan masing-masing
Setelah saya belanja kebutuhan bayi, kebetulan saya ngobrol dengan salah satu teman blogger yang sudah ibu-ibu juga. Dia cerita kalau belanja baju bayi itu tidak perlu banyak karena bayi itu cepat sekali besar. Kira-kira setengah lusin untuk tiap item itu sudah cukup.
Jujur saja, saya terhenyak mendengar itu. Agak galau juga karena merasa terlalu banyak beli. Perasaan ini semakin memuncak ketika saya mencuci baju-baju bayi yang sudab dibeli. Wow, banyak sekali.
Tapi setelah dijalani, jumlah itu pas untuk saya dan suami yang tidak terlalu suka sering-sering mencuci. Jumlah yang banyak itu memberi kami ruang untuk bernapas dari rutinitas cuci setrika.
Dari sini, saya paham bahwa tiap orang punya kebutuhan masing-masing. Ini yang menjadikan jumlah belanjaan jadi amat sangat relatif. Kalau saya dan suami, pertimbangannya tidak mau terlalu seribg mencuci. Mungkin, ada juga yang ingin menekan lagi budget belanja dengan mengurangi jumlah. Tidak masalah sih. Sesuaikan saja dengan kebutuhan.
Kebutuhan ya, bukan keinginan. Serius deh, begitu masuk toko peralatan bayi, banyak sekali item gemes yang melambai-lambai mesra ingin dibeli. Kuatkan imanmu, Esmeralda. Kamu bisa, kamu pasti bisa! Fokus ke kebutuhan, bukan keinginan.
Ingat ya, kita tidak hanya butuh belanja keperluan bayi saja. Masih harus kontrol kandungan dan mempersiapkan biaya melahirkan juga.
Baca juga: Review Melahirkan di RSIA Bunda Suryatni
Daftar Perlengkapan Bayi
Siapa yang waktu hamil mendadak jadi pelupa? Saya. Siapa yang waktu hamil mendadak jadi lebih lola dari biasanya? Saya juga.
Tapi, saya yakin kalau saya nggak sendirian. Ada banyak juga ibu-ibu hamil yang merasakan hal yang sama. Nah, kalau sudah sadar diri, tahu kan seberapa penting kita membuat daftar belanja ini?
Siapa sih yang bis menjamin kita tidak melewatkan detail-detail penting? Untuk membantu ibu-ibu sekalian, saya akan coba rincikan peralatan apa saja yang dibutuhkan. Ingat ya, tidak semua harus dibeli. Kalau ada lungsuran, bisa pakai itu. Kalau mau sewa, silakan. Mau DIY, boleh juga.
Apa aja sih barang-barang yang dibutuhkan? Yuk, kita tengok listnya!
Pakaian Bayi
- 1-1,5 lusin baju lengan pendek (two pieces, jumpsuit, atau mix keduanya)
- 1-1,5 lusin baju lengan panjang (two pieces, jumpsuit, atau mix keduanya)
- 1-1,5 lusin kaos dalam
- 1-1,5 lusin celana dalam
- 3 topi bayi
- 6 set sarung tangan dan kaki bayi
- 3 pasang kaos kaki bayi
- 3-6 lembar bedong
- 2-3 box popok sekali pakai atau 1 lusin popok kain (saya prefer menggunakan clodi dibanding popok kain jadul)
- 6 pcs sapu tangan
- 1 lusin alas ompol (bisa dipakai popok, bisa untuk alas ompol)
- Deterjen bayi
- Lemari
Jumlah pakaian ini relatif ya. Dalam sehari, bayi baru lahir bisa pipis sebanyak 10-12 kali. Kalau kalian pakai popok kain yang tradisional, berarti harus menyiapkan pakaian agak banyak. Tapi kalau pakai clodi, ini lumayan terbantu karena dia bisa menyerap ompol.
Kalau saya dulu sih pakai popok sekali pakai. Saya menyerah pakai popok kain. Ghazy waktu baru lahir bisa BAB lebih dari 6 kali. Pusing juga kalau nyuci popok melulu.
Sapu tangan difungsikan untuk lap gumoh. Ini wajib ada. Kalau pakai tissue pasti boros banget tuh.
Dalam daftar yang saya buat, memang tidak ada celemek. Untuk bayi baru lahir, ini belum butuh. Kira-kira setelah bayi mulai eksplorasi dengan mulutnya, baru deh butuh. Kurang lebih saat bayi usia 3-4 bulan.
Untuk bedong, tidak perlu khawatir tidak terpakai. Sekalipun anak kita aktif sekali, bedong masih bisa dipakai untuk alas tidur dan selimut.
Topi, sarung tangan, dan kaos kaki, tiga item ini tidak perlu beli terlalu banyak. Fungsinya untuk menghangatkan tubuh bayi. Penggunaan sarung tangan bayi lebih baik saat bayi akan tidur saja. Tidak perlu dipakaikan setiap saat supaya bayi belajar mengenali tangannya. Kalau khawatir mukanya kecakar, ya dipotong aja kukunya saat dia tidur.
Lemari untuk bayi bisa pakai apa saja. Nggak perlu maksa beli lemari yang mahal. Pakai yang plastik-plastik dulu juga oke kok.
Perlengkapan Mandi
- Sabun mandi (bisa pilih yang all-in-one)
- Shampoo (kalau sabun yang dipilih tidak all-in-one)
- Body lotion
- Baby oil
- Hair lotion/oil (optional)
- Diaper cream
- Gunting kuku
- Sisir
- 2-3 pcs handuk bayi
- 3-4 waslap
- Bak mandi
- 1-2 perlak besar
- Tissue basah dan kering
- Kapas (bulat atau biasa, bebas)
- Kassa biasa (untuk membungkus tali pusat dan membersihkan mulut)
- Sikat gigi bayi (bahan dari silikon, optional, bisa digantikan dengan kassa)
- Meja untuk ganti diaper (optional)
- Tatakan bak mandi (semacam kaki-kaki tambahan, optional)
- Baby bather (optional)
Semua item yang ada di sini bisa dibayangkan lah ya fungsinya untuk apa. Untuk sabun, shampoo, cream, atau lotion yang akan dipakai bayi, saran saya beli yang ukuran kecil dulu. Kenapa? Kita kan nggak tahu kulit bayi kita bagaimana. Cocok dengan produk itu atau tidak.
Nah, kalau kassa, ini fungsinya untuk membungkus tali pusat. Nggak yang erat banget sih membungkusnya dan tidak perlu direkatkan dengan apapun.
Oya, perawatan gigi sudah bisa dimulai sejak bayi baru lahir ya. Ini bisa menggunakan kassa yang dibasahi air matang. Usap ke bagian dalam mulut. Tapi, kalau kalian kesulitan pakai ini seperti saya, sebaiknya sih beli sikat gigi bayi.
Perlengkapan Tidur
- 1 Bantal anti peyang (optional)
- 3 sarung bantal
- 3 selimut bayi (mix yang ada topinya dan tidak)
- 2 bedding set (isi bantal, guling, bed cover)
- 1 set kasur bayi (optional, kalau takut tidur nimpukin bayi, bisa dipilih, sudah include dengan kelambu)
- 1 box bayi (optional)
- 1 kelambu bayi (beli terpisah bila tidak menggunakan keranjang bayi atau kasur bayi)
Penggunaan box bayi, sejujurnya ya, ini nggak terlalu dibutuhkan. Apalagi untuk bayi baru lahir. Well, kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir itu tiap 2 jam ya. Kebayang kan kalau tiap 2 jam kita angkat dari box, susuin, lalu ditidurkan lagi. Ini pasti merepotkan sekali.
Nah, kalau khawatir menindih bayi saat tidur, pasang saja kasur bayi dan kelambunya. Itu sudah cukup aman menjaga bayi saat tidur malam.
Tapiiii... Kalau kalian masih bersikukuh ingin mencoba box bayi, saya sarankan untul sewa aja dulu. Coba dulu, rasakan, hayati, lalu putuskan untuk beli atau tidak.
Peralatan Menyusui
- Botol atau kantong ASI
- Botol bayi, cup feeder, pipet, atau sendok bayi
- Sabun cuci botol bayi
- Sterilizer (optional)
Dulu, saya tidak mempersiapkan ini semua. Saya pikir, untuk apa. Toh, saya di rumah saja. Saya bisa menyusui anak saya kapan saja dia mau. Tapi setelah melalu drama awal menyusui, saya baru sadar seberapa pentingnya ini. Setidaknya waktu di awal-awal menyusui dan nanti saat anak akan MPASI.
Perlengkapan Travelling
- 1 diaper bag (boleh tas apa saja)
- 1 perlak kecil
- 1 nursing apron (optional)
- Gendongan
- Stroller (optional)
- Carseat (optional)
Untuk item optional, ini bisa lihat kondisi masing-masing ya. Punya mobil atau tidak. Kalau keluar dengan bayi, pakai mobil atau tidak. Kalau ke mana-mana naik angkutan umum atau motor, ya ngapain.
Apakah kalau ada mobil jadi wajib punya? Untuk carseat iya, tapi untuk stroller ini tidak. Punya stroller itu enak memang. Anak bisa ditaruh di situ. Kalau mau jalan-jalan nggak capek menggendongnya. Tapi tolong dipertimbangkan juga, nggak semua anak mau ditaruh stroller.
Saya punya sih stroller, dikasi adik ipar. Ini justru lebih dipakai saat di rumah. Itupun terpakai setelah Ghazy umur 3 bulan ke atas. Sebelum itu, boro-boro taruh stroller, nyariin ketek Ummi mulu.
Nursing apron ini kalau berkerudung lebar, bisa memanfaatkan kerudung untuk menutupi bayi yang sedang menyusui. Tapi, kalau bingung gimana caranya. Menyusui yang kelihatan langsung aja masih bingung, apalagi kalau harus meraba-raba, ya beli aja nursing apron.
Obat-obatan
- Minyak telon
- Alkohol (untuk membersihkan tali pusat, optional)
- Minyak kutus-kutus (optional)
- Essential oil (optional)
- Sedot ingus
- Termometer digital
- Paracetamol (biasanya akan diresepkan dokter setelah imunisasi)
- Plester kompres demam
- Transpulmin
Selain item optional, semuanya wajib punya, termasuk termometer digital. Bayi itu suhu tubuhnya harus dipantau. Apalagi kalau sedang demam. Indikator demam atau tidaknya, jangan hanya mengandalkan tangan. Pakai aja termometer yang lebih valid hasilnya.
Termometer ini harganya variatif ya. Ada yang murah, ada yang mahal. Menurut saya sih, nggak perlu memaksakan beli yang mahal. Pakai yang dijepitkan ke ketiak itu juga oke kok, kalau yang tembak terlalu mahal.
Mainan Bayi (optional)
- Buku bantal
- Flash card high contrast
- Mainan gantung
- Playmat
- Boneka
- Boneka gelang kaki
Semua mainan sifatnya optional. Kenapa? Mainan terbaik tetap tubuh orangtuanya. Tapi, kita tetap butuh sesuatu untuk menstimulus bayi. Latihan menggenggam, memfokuskan pandangan, menguatkan otot leher.
Tidak harus punya mainan mahal. Kita bisa manfaatkan barang yang sudah ada. Jujur, saya baru membelikan Ghazy mainan saat dia umur 3 bulan. Sebelum itu, saya pakai bantal, guling, selimut, sapu tangan, dan barang-barang yang ada di sekitar kami untuk main.
Oya, saya sempat sewakan Ghazy baby gym selama 2 bulan. Mainan seperti ini kalau beli sendiri lumayan mahal. Terpakainya juga cuma sebentar. Sayang kalau beli sendiri.
Daftar Perlengkapan Ibu
Perlengkapan untuk ibu sebetulnya tidak terlalu banyak. Beberapa perlengkapan, mungkin sudah kita miliki di rumah. Seperti contohnya baju menyusui, pilih saja baju dengan kancing depan supaya nyaman saat menyusui. Kalaupun mau menggunakan baju yang biasa dipakai sehari-hari pun tak masalah.
- Baju menyusui (kaos atau daster, bebas)
- Bra menyusui (naikkan 1 ukuran dari ukuran biasanya)
- Celana dalam hamil (bisa diganti celana dalam biasa, tapi yang tinggi)
- Breast pad
- Pompa ASI
- Bantal menyusui (optional)
- Lactation massager (optional)
- Kulkas ASI (disarankan untuk ibu bekerja)
- Korset, stagen, atau bekung
- Pembalut nifas
- Nipple cream
- Nipple shield
- Dermatix
Pada list ini, saya tulis celana dalam hamil atau celana dalam biasa yang tinggi. Ini tidak harus punya, tapi sebaiknya disediakan. Kalau nanti ternyata harus menjanai sectio caesar, menggunakan celana dalam semacam ini akan lebih nyaman dan tidak berbahaya untuk jahitan.
Saat awal menyusui, bukan hanya kita yang belajar, tapi bayi pun belajar untuk menyusu dengan benar. Dalam proses ini, adakalanya puting kita jadi terluka. Ini membuat proses menyusui menjadi jauh lebih menyakitkan. Ada baiknya kalau kita sudah menyediakan nipple shield. Sekiranya puting kita terluka parah, kita bisa menggunakannya untuk mengurangi rasa sakit saat menyusui.
Untuk ibu-ibu yang tidak bekerja kantoran, ini memang amat sangat memungkinkan untuk menyusui bayi secara langsung. Penggunaan pompa ASI mungkin akan dirasa tidak diperlukan. Tapi percayalah, alat ini akan amat sangat membantu kita di awal menyusui.
Pada masa awal, ada dua kemungkinan yang terjadi kepada kita. Kelebihan ASI atau ASI belum keluar. Kedua masalah ini bisa selesai dengan memerah ASI. Kita memang bisa memerah secara manual. Tapi ini sungguh merepotkan. Lebih nyaman bila menggunakan pompa ASI.
Selain pompa ASI, kita juga akan amat sangat terbantu dengan lactation massager. Sekali lagi, saat awal menyusui, bila produksi ASI berlimpah, biasanya akan membuat payudara terasa bengkak dan menyakitkan. Alat ini akan membantu untuk melancarkan ASI. Bila belum keluar, alat ini juga bisa membantu proses let down reflect (LDR), supaya ASI lebih cepat keluar.
Baca juga:
Tenang, kita tidak harus membeli semua itu. Beberapa barang bisa kita sewa selama yang kita butuhkan. Kalau ibu rumah tangga seperti saya, mungkin 1-2 bulan masa sewa sudah cukup. Di atas 2 bulan, bayi biasanya mulai pintar menyusu. Masalah-masalah saat menyusui di awal pun lambat laun akan terselesaikan.
Beli Perlengkapan Bayi di Bogor
Ada beberapa orang yang lebih nyaman belanja online. Tapi ada juga yang lebih nyaman belanja offline. Saya pribadi lebih suka belanja offline karena bisa tahu langsung kualitas bahan yang akan saya beli.
Kalau kamu seperti saya, ada tiga toko bayi yang banyak direkomendasikan ibu-ibu di Bogor. Toko ini konon lumayan lengkap dan harganya pun amat sangat terjangkau. Ada 2 toko yang sudah saya kunjungi, satu lagi belum. Tapi, saya banyak dapat kado yang sepertinya berasal dari sana.
"Tahu dari mana?"
"Kantong plastiknya lah. Wkwkwk."
Sebagai referensi, saya tuliskan alamat dan kontak dari ketiga toko bayi tersebut.
My Baby Shop
Blok AL-AM, Ruko Villa Indah Pajajaran, Jl. Raya Pajajaran No.2, RT.01/RW.07, Bantarjati, Bandung, Kota Bogor, Jawa Barat 16142
Baby House
Jl. Raya Pajajaran No.23 A-B, RT.05/RW.01, Sukasari, Kec. Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16142
Tiara Baby Shop
Jl. Sukasari 1 No.5B, RT.03/RW.02, Sukasari, Kec. Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16142
Toko yang sudah saya kunjungi adalah My Baby Shop dan Baby House. Dari segi kelengkapan barang, di sini lumayan lengkap. Mau cari apa saja ada. Tidak hanya baju, peralatana mandi dan makan saja.
Kalau dari segi harga, harganya lebih murah Baby House dengan kualitas barang yang sama. Kalau untuk baju-baju bayi, menurut saya sih harganya sama saja. Tapi, kalau kata teman-teman saya lebih murah Tiara Baby Shop dan Baby House.
Sewa Perlengkapan dan Mainan Bayi di Bogor
Dari semua daftar yang saya buat, tidak semua kami beli. Ada beberapa barang yang diberi oleh teman atau saudara kami. Ada juga barang-barang kami sewa.
Beberapa tempat sewa pompa ASI, mainan, maupun peralatan bayi yang lain, bisa cek ke toko persewaan perlengkapan bayi berikut. Silakan langsung klik dan pilih mana yang sekiranya dibutuhkan. Semua link langsung terhubung ke akun instagram masing-masing.
Penutup
Nah, itu tadi beberapa tips untuk membeli perlengkapan bayi. Memang banyak sekali yang dibutuhkan. Tapi tidak semua harus dibeli. Sesuaikan dengan kebutuhan dan budget masing-masing.
Kalau ada perlengkapan bayi yang terlewat oleh saya, atau mungkin teman-teman punya rekomendasi tempat belanja dan sewa, silakan komen di bawah ya.